Wednesday, October 27, 2010

Pejaten

Hari ini sangat ehm tak bisa dideskripsikan. Tapi saya suka hari ini karena saya senang. Hari ini saya, Chi, dan Billy pergi ke Pejaten Village alias penvil untuk menonton Step Up 3 (3D). Kami berencana bertemu di Jco Tamini. Setelah itu langsung pergi ke penvil dengan mobilnya Billy. Dengan pedenya, kami jalan terus. Awalnya kami ke Pasar Rebo. Dengan sok tahunya, kami asal terus saja. Kami sudah mulai was-was karena kok tiba-tiba jalanan jadi asing sekali. Padahal saya dan Billy sudah biasa melewati jalanan itu. Daaaan tiba-tiba kami sampai di Cimanggis 21. Hahaha. Ini di mana? Kami ingin ke Pejaten tapi kenapa bisa sampai ke Cimanggis?

Lalu saya menghubungi Ompey, teman saya yang bersekolah di SMA Gonzaga, Pejaten, Jakarta Selatan. Tapi karena bingung, akhirnya kami kembali lagi ke Pasar Rebo. Tapiiiii lagi-lagi kami salah jalur. Kembali lah kami ke Hek. Tadaaaa! Akhirnya kami memutuskan untuk putar arah lagi ke Pasar Rebo. Ah, stupid! Hahaha. Setelah sampai ke Pasar Rebo, saya menghubungi Ompey lagi untuk bertanya arah.

Setelah diberi tahu Ompey, kami berbelok ke kanan, ke arah Tanjung Barat. Setelah lurus, kami mau berbelok ke kanan, ke arah Warung Buncit seperti instruksi Ompey. Tapi, lagi-lagi kami salah jalur. Kami malah berputar arah, bukan belok ke kanan. Hahaha. Benar-benar! Saya dan Chi berpikir, pasti ada jalan ke kiri yang tembus ke arah Warung Buncit. Ternyata ada petunjuk jalan yang menuliskan 'Pejaten' ke arah kiri. Yeaaay! Kami bersorak seketika. Tapi kenapa jalannya tidak sebesar jalan yang tadi? Ehm, karena ada saya di mobil yang mengandalkan perasaan dan gengsi bertanya, dan Billy juga gengsi bertanya, jadilah kami belok ke kiri dan jalan terus. Padahal Chi dari tadi sudah menyarankan agar kami bertanya pada orang. Hehehe.

Kami berjalan lurus saja. Mengikuti arus. Lalu kami sampai di pertigaan. Tapi dengan pedenya saya berkata, "Kiri, Bil." dan Billy pun belok kiri. Kami pun jalan terus. Daaaaaan, tiba-tiba di kiri depan ada gedung besar. Kami pun bersorak lagi. Hahahaha. Sampai lah kami di Pejaten Village! Senangnyaaaaaa akhirnya sampai juga.

Setelah kami masuk dan membeli tiket, makan, dan menonton, kami langsung pulang. Ehm! Ternyata perjalanan pulang sangat sangat cepat dibandingkan perjalanan berangkat yang tiga jam lamanya! Hahaha. Ah, hari yang menyenangkan.

1 comments:

prabhamwulung said...

supir yg aneh, penumpang yg lebih aneh