Sunday, November 06, 2011

Mereka tetap sama, hanya berkembang.

I just had a lovely Saturday night. No no, not with a lover of mine. Not with a guy in my dream. But with some friends. Long-time-no-see friends.

Gue suka shock dengan perubahan yang terjadi dalam hidup gue ini. Wess berat yah kayaknya. Tapi enggak kok. Ini merupakan hal yang biasa. Biasa? Iya biasa. Biasa, karena setiap orang mengalami perubahan.

Awalnya gue ngerasain perubahan itu pas kakak gue yang pertama ngelamar calon istrinya yang sekarang udah jadi istrinya. Gue ngerasa intensitas dia pergi sama gue, intensitas dia ngerjain gue, semuanya berkurang. Ya iya lah ya. Dia udah mulai mau berkeluarga. Dan saat dia menikah, gue ngerasa semuanya berubah. Gue udah ga boleh jadi adik kecil yang manja lagi. Ga boleh depend on my brother in everything lagi. Di saat itu lah gue mulai merasa semuanya ga akan tetap pada tempatnya sekarang. Semua berubah dan akan selalu berubah.

Perubahan yang selanjutnya gue rasain adalah saat kumpul keluarga besar, kebanyakan udah menikah dan punya anak. Ga ada lagi tidur dan jalan-jalan sampe malem. Ga ada lagi omongan pacar atau sakit hati. Ga ada lagi jajan atau belanja ga jelas.

Lalu di saat teman-teman gue mulai pergi ke luar kota. Gue selalu berpikir bahwa gue akan mengejar mimpi-mimpiku dan pergi ke luar negeri untuk belajar atau menari. Gue selalu berpikir bahwa kalau gue  pulang, temen-temen akan selalu ada di situ, di tempat gue kembali lagi. Gue ga pernah mikir kalau mereka juga punya mimpi untuk diraih. Mereka punya passion. Punya visi. Dan saat mereka pergi, gue mulai merasa: ke mana sih semua orang? Kenapa sih mereka ga di sini aja sama gue? Tapi terus gue sadar. mereka tuh punya mimpi. Gue harus fair dong, harus rela ngelepas mereka pergi. Rindu itu boleh. Tapi jangan sampai menghambat seseorang teman untuk terbang mencapai bintang mereka. Toh gue juga akan pergi dari sini, melihat dunia yang begitu besar, mencapai mimpi dan cita-cita.

Terus tiba-tiba ada kejadian yang membuat seorang teman yang sangat baik harus pergi dengan suatu kejanggalan. Hal itu sangat membuat gue terpukul. Ga cuma gue, tapi semua temen gue juga terpukul dan sedih. Sangat sedih. Waktu perpisahan sama dia, gue lagi di Spanyol dan itu berarti gue ga bisa ikut perpisahan. Banyak moment yang gue ga ikutin. Dan gue ngerasa sebel banget. Sebel sama keadaan yang ngebuat gue ga bisa ikut banyak moment penting. Kayak waktu jalan-jalan sebelum kejadian itu kan gue ga ikut. Dan jalan-jalan yang lain. Kebersamaan yang ga terkatakan.

Hampir pada puncaknya gue sedih gara-gara perubahan itu waktu temen sejurusan gue memutuskan untuk pindah jurusan. Walaupun akhirnya ga jadi, cuma gue sempet ngerasa: mau ke mana sih semua orang? Semua pergi untuk mencari-cari apa yang mereka ingin cari. Untuk meraih cita-cita dan passion mereka. Lagi-lagi gue cuma bisa mendukung mereka. Karena mereka memang harus pergi. Mereka sudah memutuskan, dan mereka udah besar. Mereka udah tau apa yang mereka harus lakukan. Lagi, mereka punya visi-misi. Gue cuma bisa mendukung dan mendoakan. Gue ga bisa menahan mereka.

Dan beberapa minggu belakangan ini gue sedih banget. Mungkin ga ada yang tau. Bahkan gue juga baru tau kalau gue itu sedih tuh hari ini. Gue kangen banget sama orang-orang itu. Mungkin orang-orang nganggep gue berlebihan atau apa lah. Tapi gue beneran kangen. Gue sedih semuanya ga sama lagi. Orang yang berbeda, lingkungan yang berbeda, cara dan kebiasaan yang berbeda.

Tadi di atas gue bilang kalau gue baru saja mengalami malam minggu yang menyenangkan. Gue ketemu beberapa dari teman-teman gue itu. Indescribable feeling. Dengan menangis -oh gue cengeng banget sih!- gue mencurahkan rasa kangen gue. Diiringin lagu yang udah kayak theme song, selalu dinyanyiin setiap pergi bareng. Haha.. It was just *speechless*...

Pas gue pulang dan nyampe rumah, gue ga ngerasa seneng ataupun sedih. Gue bingung kenapa. Berasa kosong banget. Kayak ga berasa apa-apa. Tapi akhirnya gue tau jawabannya. Gue udah bisa menerima sepenuhnya mereka harus pergi. Gue akhirnya sadar kalau walaupun secara fisik mereka udah jauh, tapi soul mereka masih di sini. Gue ngerasa akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Yang pastinya setiap bertemu akan ada perubahan di dalamnya. Apakah gue yang katanya tambah dewasa, apakah seperti seorang teman yang pikirannya menjadi lebih complicated, atau apakah seperti seorang teman yang lain, yang tidak berubah, namun berkembang. Ya, itu jawabannya. Keadaan berubah. Namun mereka tetap sama, hanya berkembang. Mungkin kita akan bertemu seminggu lagi, sebulan lagi, atau setahun lagi. Sampai bertemu di saat itu, kalau begitu.

I'm the one who wants to be with you
Deep inside I hope you feel it too
Waited on a line of greens and blues
Just to be the next to be with you
-Mr. Big, To Be With You

0 comments: