And the honey in the tea
We're the sugar cubes, one lump or two
In the black coffee
The golden crust on an apple pie
That shines in the sun at noon
We're a wheel of cheese high in the sky
But we're gonna be sinkin' soon
In a boat that's built of sticks and hay
We drifted from the shore
With a captain who's too proud to say
That he dropped the oar
Now a tiny hole has sprung a leak
In this cheap pontoon
Now the hull has started growing weak
And we're gonna be sinkin' soon
Berbeda ya? Berbeda apanya? Rasanya. Mungkin ini merupakan bagian dari apa yang kata orang "pelepasan". Sungguhkah aku melepas? Aku masih belum tahu jawabannya. Mungkin kamu menyebutku plin-plan. Tapi memang setiap kali aku berkata bahwa ini sudah selesai, ternyata ada hal-hal yang jika dilakukan bersama menjadi lebih bermakna. Aku tidak tahu, dan tidak mau mencari tahu lebih dalam, apakah tindakan sama dengan tulisan, yang jika sudah dituliskan menjadi berdiri sendiri. Aku banyak diam dan banyak bercerita. Berkesan kah? Sebegitu penting kah? Bukan aku yang menilai. Terlepas dari itu semua, aku merasa bahwa saat aku tadi berjalan pergi, aku merasa ringan. Mungkin sedikit berharap bahwa ada yang menyesuaikan jalanku. Tapi aku berpikir lagi kemudian, buat apa? Aku toh katanya terlalu mandiri untuk didampingi. Ini hampir setahun loh. Dan mungkin, ntah ya, aku kembali menjadi aku setahun yang lalu. Yang tidak begitu peduli akan siapa yang menemaniku nanti. Toh aku sangat mandiri kan? :)
Like the oyster cracker on the stew
The honey in the tea
The sugar cubes, one lump or two?
No thank you, none for me
We're the golden crust on an apple pie
That shines in the sun at noon
Like the wheel of cheese high in the sky
Well, we're gonna be sinkin' soon
-Norah Jones, We're Gonna be Sinkin' Soon
0 comments:
Post a Comment