Monday, November 24, 2014

Tanda dalam Mimpi

Sekitar dua tahun lalu, aku bermimpi. Aku mempunyai ular yang sangat kusayang. Aku sangat menjaganya. Aku belai, aku beri makan, aku rawat. Sampai suatu hari, ular itu hilang dan aku sangat sedih. Namun kemudian datang ular baru. Aku tetap sedih dengan kepergian ular sebelumnya, namun aku juga menyayangi ular baru ini. Kemudian aku rawat lah ia dengan sepenuh kasih. Namun, ular baru ini hilang lagi ntah ke mana. Pastinya aku sangat sedih. Aku bingung. Aku marah. Aku tahu, ular itu tidak mati. Tapi ke mana? Mengapa mereka pergi?

Tidak lama kemudian, ada seekor anak anjing datang. Tadinya aku tidak menggubrisnya karena aku masih tenggelam dalam kesedihan. Tapi kemudian aku menyayanginya. Aku menerimanya dengan tulus.

Kemudian gelap.

Kemudian, ada dua ular sedang tidur saling bertindihan. Ular-ularku sebelumnya masih hidup. Ntah di mana.

Lalu aku bangun.

Akhir Oktober lalu, aku bermimpi lagi. Anak anjing yang dulu itu sudah dewasa. Sungguh dia setia sekali. Aku pun menyayanginya dengan penuh cinta. Tapi ntah kenapa, dia tidak selalu ada di sisiku. Saat aku mencarinya, ia tidak ada. Tapi saat aku dalam diam membutuhkannya, dia tiba-tiba ada. Selalu begitu. Adegan selanjutnya adalah aku dan teman-teman kuliahku sedang mengitari meja makan rumah. Seseorang bertanya, “Mana anjingmu yang tersayang?” Saat kucari, lagi-lagi ia tidak ada. Tapi aku yakin, ia selalu di sana.


Kemudian aku terbangun.

0 comments: