Aku pernah bermimpi. Aku sedang duduk di dalam mobil. Di
kursi tengah. Di depan, bapak sedang menyetir, dan ibu duduk di sampingnya.
Jalanan gelap sekali. Apalagi di dalam mobil. Tiba-tiba bapak menepi lalu
berhenti. Aku pun keluar dari mobil. Ibu berkata padaku untuk berhati-hati
sambil tersenyum. Bapak melambaikan tangannya. Aku pun mengiyakan dan
melambaikan tanganku. Aku terus memandangi mobil tua bapak yang semakin lama
semakin menjauh lalu menghilang. Aku tersadar bahwa aku sendirian. Gelap. Aku
takut. Aku pun berlari. Pulang ke rumah. Dari luar, kulihat rumahku gelap
gulita. Aku benci kegelapan total. Aku mencoba memasuki rumahku. Pintunya
terbuka sendiri. Tiba-tiba, seperti kamera yang bergerak menjauh, aku tiba-tiba
ada di luar pagar rumah lagi. Kursi kecil di ruang tamu bergerak sendiri. Aku
teriak memanggil ibu. Tidak ada jawaban.
Sungguh, aku tidak pernah setakut itu.
Dan mimpi itu berulang beberapa tahun kemudian. Setelah itu,
beberapa tahun kemudian berulang lagi. Sampai sekarang, aku masih mengingat
dengan jelas. Detilnya. Perasaan takut itu. Perasaan takut yang kali ini
menghantuiku lagi.
0 comments:
Post a Comment