ia menyala lagi
diam-diam ia merasuk.
tidak, tidak diam-diam.
aku sadari itu kok.
bagaikan api, ia menyala lagi.
ia membara.
ah, dia melompat.
melonjak.
sungguh, ia ingin berlari.
belum, belum saatnya, sayang.
ada saatnya untuk berjalan lalu berlari.
lalu kemudian menerkam.
menerjang segala apa yang ada.
tapi ada waktunya untuk kembali berjalan perlahan.
mungkin bahkan diam.
tapi aku tahu akan ada saatnya untuk itu.
ah...
realisasi!
aplikasi!
tapi itu tidak bisa tanpa sebuah mimpi.
hanya satu, cukup satu.
dan kau akan bisa menerjang semuanya.
karena hidup itu begitu indah untuk dilewatkan begitu saja.
iya, begitu saja tanpa mimpi dan kemudian realisasi.
0 comments:
Post a Comment