Tuesday, November 06, 2012

Keberduaan dan Malam

Aku selalu suka saat-saat berdua saja. Dengan siapa pun. Sungguh, bahkan dengan orang yang aku anggap menyebalkan sekalipun. Berdua saja membuat aku dapat mendalami orang itu. Banyak ungkapan yang dilontarkan saat berdua. Ungkapan yang tak terucap saat sedang bersama yang lainnya. Pelajaran-pelajaran kecil dan sederhana namun memikat. Hal-hal yang tadinya terasa tabu bila diucapkan sepertinya menjadi hal yang wajar mengingat aku telah tumbuh. Tumbuh dewasa? Aku belum berani menyebutkannya. Ntah, sepertinya memang banyak hal yang membuat kita saling tidak setuju. Kita begitu berbeda mungkin. Realis versus pemimpi. Ah, tapi si Realis ini juga suka utopis dengan caranya sendiri. Tapi kita memang saling melengkapi walaupun sering aku tidak dapat mengerti sudut pandangnya. Ntah lah... Ntah malam atau keberduaan kita yang membuatku bercerita banyak hal. Ntah malam atau keberduaan kita yang membuatnya bercerita tentang begitu banyak hal. Hal yang membuat aku paham akan banyak hal. Hal yang membuat aku sungguh sangat bersyukur sekaligus terbeban akan banyak kewajiban yang belum tuntas. Bahkan aku sudah banyak menerima hakku sebelum aku menunaikan kewajibanku. Ia terlalu baik, bukan? Aku tidak tahu bagaimana aku bisa hidup tanpanya. Hmm sepertinya aku menggambarkannya secara berlebihan ya? Tidak, ia tidak sempurna. Sudah aku bilang, banyak yang tidak aku setujui darinya. Namun ketidaksempurnaannya lah yang menjadikan ia manusia. Sungguh, manusia yang terlalu menakjubkan untuk digambarkan. Ah, aku banyak menggunakan kata 'banyak' ya? Iya, memang misteri ini begitu besar. Sebegitu besarnya sehingga aku memotongnya menjadi bagian-bagian kecil yang banyak. Pekerjaan seumur hidup ya? Iya iya, pekerjaan yang tidak bisa kau serahkan kepada orang lain apabila kau sudah muak terhadapnya. Ah, terima kasih ya, yang telah memberiku nama putri pertanda keselamatan.

0 comments: